KEGAGALAN HIDUP ADALAH TITIK PENCAPAIAN TERTINGGI: Seni Hidup Tanpa Satire Motivasi

KEGAGALAN HIDUP ADALAH TITIK PENCAPAIAN TERTINGGI: Seni Hidup Tanpa Satire Motivasi

Penulis:
Price:

Read more

Judul: KEGAGALAN HIDUP ADALAH TITIK PENCAPAIAN TERTINGGI: Seni Hidup Tanpa Satire Motivasi
Penulis: Adang, SH., MH., MM.
ISBN: 976-623-6659-95-3
Ukuran: A5
Tebal: 278 halaman







Bagian ini saya yakin akan dibaca terlebih dahlu, psikologis orang yang membaca itu adalah lihat sampul buku, siapa penulisnya. Lalu apa sih, kesimpulan isi buku ini, atau setidaknya sinopsis buku ini, sebenarnya ini adalah tradisi yang ‘kurang tepat’, membaca bagian belakang buku ini adalah hanya kulit luar saja, maka tafsir Anda terhadap saya akan keliru, bukan dalam artian saya ini orang yang lurus, tidak!, namun setidaknya ada tafsir hidup yang lebih banyak tentang saya dan teori yang saya baca, ketika Anda membaca seluruh isi buku ini. Andai saja saya ini terkenal, Anda sebagai pembaca buku ini, tidak akan melihat sampul buku ini, langsung anda bawa kemana – mana. Maksudnya covernya jelek sekalipun tidak masalah, ini tradisi yang harus kita kritisi.   
 
author/ Adang, SH., MH., MM. Sebagian substansi dari buku ini adalah perjalanan hidup saya pribadi, di kemas melalui teori yang saya pelajari secara autodidak /swasiswa / autod√≠daktos, perjalalan menulis menulis buku ini dimuali sejak tahun 2010, setiap hari selalu ada revisi kehidupan, perbaikan kualitas hidup, garam kehidupan, menu jiwa yang selalu tidak seimbang, lapar, haus, hati ini akan hausnya pengetahuan. Tidak secara sengaja, setiap ke Toko Buku selalu ada saja buku – buku yang membangun motivasi hidup, menggugah hidup, mereka kebanyakan memiliki kisah yang sama seperti saya. 2018 ada satu buku yang benar – benar menjadi warna seimbang bagi buku ini, bahkan setiap kisah yang saya dapatkan dari hidup saya, seolah – olah itu ada satu kesamaan khusus, ya…dia adalah Mark Manson, yang mencoba untuk “bersikap bodo amat”. Saya bukanlah seseorang yang benar – benar dibutuhkan oleh satu Perusahaan / satu Instansi, bahkan saya adalah orang yang terbuang dan dikucilkan dari pergaulan normal / tradisi positivistik, yang kebanyakan mereka lakukan, saya mau hidup ini tidaklah sama, ada keberagaman, ketika saya mempelajari Manajemen, saya memilih untuk mempelajari Manajemen Kontemporer, yang berada pada posisi luar kuantitatif, data statistik bisa saja di “lacurkan”, untuk mendapatkan hasil apa yang sesuai dengan harapan. Seorang mahasiswa bisa saja berbohong dengan data statistik, apakah kualitatif dengan kualitas yang nyata, penafsiran hidup ini dapat dibohongi?, nah..saya memulai itu semuanya dengan tidak “membohongi diri”. Bayangkan, berapa ribu karya hasil para Mahasiswa S1, S2, bahkan S3 yang berdimensi kuantitaif, hasil akhirnya adalah kualitas yang dipertaruhkan, tidak selalu ‘soal angka’ buku ini adalah bukan bagian dari kebanyakan tentang motivasi, bukan ukuran angka adalah bagian buku ini, bahkan ada ketakterhinggaa (~) kalau selalu ada defenisi tentang angka.

 







0 Reviews