RULE MODEL KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI INDONESIA

RULE MODEL KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI INDONESIA

Author:
Price:

Read more

Judul: RULE MODEL KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI INDONESIA
ISBN: 978-623-6659-28-1
Penulis: Dr. H. Ahmad Subakir, M.Ag.
Tebal: 232 hlm
Ukuran: Standar UNESCO
Penerbit: CV CENDEKIA PRESS

Nusantara dihuni oleh beragam suku, ras, bangsa, budaya, dan agama. Wabil khosh agama, dimana entitas ini selalu tampil dalam bentuk plural, baik kepluralan pada bentuk pemikiran, budaya, maupun ajaran-ajaran agamanya. Sifat agama yang plural tersebut tak selamanya membawa berkah. Ia kerap kali memunculkan gesekan-gesekan kepentingan yang mengarah pada situasi tegang, bahkan berujung konflik antaragama. Masing-masing agama berupaya mempertahankan identitas, termasuk cara pandang ideologi yang dipahami. Dengan lain kata, bahwa sifat kelompok pemeluk agama di Indonesia cenderung doktrinal dan fanatis. 

Buku ini hadir sebagai sumbangsih pemikiran ilmiah yang sarat dialektika keilmuan, mulai dari yang bersifat teoretis sampai empiris. Uraiannya berupa karya kombinatif yang menyandingkan antara teoretis dengan aktualisasi empiris, dengan memotret fenomena kerukunan umat beragama umat muslim-etnis Tionghoa (khususnya di pusat Kota Kediri), yang menggambarkan fenomena damai (peacebuilding).

author/ Dr. H. Ahmad Subakir, M.Ag.Lebih menarik lagi, buku ini dilengkapi dengan seri kajian unik dan konstruktif, yakni nilai kerukunan yang disepakati secara nasional dan global sebagai prinsip nilai fundamental seluruh sisi model kerukunan dan resolusi konflik agama, yang populer disebut “Trilogi Kerukunan”. Pada bagian ini, Trilogi Kerukunan benar-benar ditampak-nyatakan dalam kehidupan nyata. Sehingga, buku ini benar-benar dapat menjadi acuan model kerukunan beragama secara nasional.


Profil Penulis

Dr. H. Ahmad Subakir, M.Ag., merupakan  Wakil Rektor I IAIN Kediri periode 2018-2022, sekaligus sebagai dosen tetap dan Unsur Pimpinan IAIN Kediri hingga sekarang. Sebelumnya, penulis tercatat sebagai dosen tetap di IAIN Sunan Ampel Kediri, Pembantu Ketua II STAIN Kediri, hingga dipecaya mengemban Kepala P3M. Jabatan paling strategis yang pernah penulis sandang adalah Ketua STAIN Kediri periode 2006-2014.  

Di sela-sela kesibukannya sebagai wakil rektor, dosen, serta pengisi kegiatan seminar  dan majelis ta’lim,  pria kelahiran Blora ini hampir setiap tahun tidak pernah absen menulis buku, antara lain berjudul Kontreversi Fatwa MUI tentang Ahmadiyah, Ilmu Balaghah, Potret Buram Kebebasan Beragama di Jawa Timur, Relasi Kiai dan Kekuasaan, dan karya-karya lainnya yang tidak bisa disampaikan di sini.



0 Reviews