Selamat Datang di Website Penerbit Cendekia Press - Terus Berupaya Memberikan yang Terbaik

Setia Berbahasa Indonesia

Setia berbahasa Indonesia adalah suatu sikap untuk tetap berpegang teguh memelihara, menjaga, dan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, serta berusaha
membina dan mengembangkan bahasa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global dan mencegah pengaruh asing yang berlebihan. Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan istilah dan kosakata asing yang banyak di sekitar kehidupan kita saat ini.

Contoh:
a. Kita memasak menggunakan rice cooker.
b. Kita tidur dengan menggunakan bedcover.
c. Kita nonton pertunjukan di gedung theater.
d. Sama you ayo pulang naik panther.
e. Kita memperbaiki printer di Epson Service Center.

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi serbuan berbagai istilah asing tersebut? Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita akan setia mengguna­kan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kalau sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia, kosakata dan istilah tersebut kita pilih yang ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Namun, kalau tidak dapat kita temukan padanannya dalam bahasa Indonesia, barulah kita menggunakan istilah dan kosakata bahasa asing tersebut dengan penulisan unsur serapan (penyesuaian dengan kaidah penulisan ejaan bahasa Indonesia) atau langsung dengan istilah dan kosakata asingnya (ditulis miring atau italik).

Ketentuan tersebut mengingat akan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 yang berbunyi: “Bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai nama geografi di Indonesia, nama bangunan atau gedung, nama jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia” (Pasal 36 UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan).